Kutowinangun, 13 Januari 2014
Saya baca salah satu Pesan dan Kesan
dalam buku tahunan siswa ( BTS) yang tertulis “ 7y = yakin, yakin, yakin,
yakin, yakin, yakin, yakin!” Kemudian saya simpulkan bahwa rekan saya ini
berada dalam kondisi sedang berjuang dan percaya akan yang ia lakukan. Bahwa jika kita mengerahkan seisi jiwa
diimbuhi rasa senang dalam perjuangan. Maka secara otomatis, kita akan
melakukannya dengan “TOTAL” atau “ALL OUT”
XXX
Saat hidup
terasa seperti neraka, kamu bilang indah. Mengapa ?
Kita hidup di dunia terbagi dalam
tiga dimensi waktu, yakini masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Sekarang,
kita jalani hidup bak neraka. Begitu Kejam, Begitu menyiksa, Begitu Sakit dan
berlarut-larut seperti kekal di dalamnya. Suatu saat, kita akan menemukan diri
kita dalam keadaan sukses, dan menceritakan masa di “neraka” sebagai kisah
inspiratif. Sungguh indah berbagi kisah inspiratif dan menunjukkan hasil yang
kita peroleh saat kita berhasil keluar dari jebakan “neraka”. Sebuah achieve
yang tak ternilai.
“Saat aku
mengalah, anakku tidak akan pernah menang. Saat anakku mengalahkanku, aku
menang” | Iklan
Biskuat
Di kisahkan seorang ibu sedang lomba
lari dengan anaknya. Pemandangan sehari-hari yang biasa kita lihat adalah si
ibu mengalah demi menyenangkan hati anak. Tetapi tidak dalam iklan tersebut. Si
ibu berlari jauh meninggalkan si anak. Kemudian mereka mengadakan lomba tahap
dua. Apa yang dilakukan si anak di jeda waktu sebelum lomba dimulai ? Ia
belajar, berlatih setiap hari sampai pada akhirnya ia memenangkan lomba lari
dengan ibunya.
Terkadang kita
harus melakukan hal yg gila untuk menjadi orang yg sukses di masa depan nanti. | HitamPutih
Dalam dunia nyata. Kita bersaing
dengan banyak kepala, banyak ide gila disana. Kita harus lebih gila lagi untuk
menjemput bahkan melampaui mereka. Jemput mereka dengan melihat, medengar juga
merasakan apa-apa disekitar kita dan lampaui dengan nilai/value/achieve di
kemudian hari.
ATAU
Masih ingat dengan piala dunia.
Lihatlah bagaimana Germany selebrasi akan gelar juara dunianya. Mereka bentuk
formasi lingkaran, saling merangkul sementara piala sebagai pusat. Lingkaran
dan pusat itu jaraknya jauh. Mereka melangkah perlahan-lahan mendekat dengan
tangan semakin merendah mecapai piala itu, sampai akhirnya piala tersebut di genggam
bersama-sama.
Apa yang bisa kita simpulkan dari
selebrasi pemain Germany ? Mereka berusaha memberikan pesan tersiat pada sejuta
mata di seluruh dunia bahwa Piala itu diam disitu, tidak menghampiri kita, kita
lah yang menjemputnya. Dengan makna tersiat nya sebagai berikut : Impian kita
tidak lari kemana-mana, diam di suatu tempat.
Kita harus persiapkan diri, berjuang juga berdoa untuk menjemputnya.
XXX
Jangan ditiru gan ! Ini pemahaman
Perjuangan demi Achieve yang keliru
Saat demo
dianggap perjuangan dan sweeping diberi label sosialisasi | @PartaiSocmed
BBM naik ? Bukankah BBM
diperuntukkan bagi rakyat kecil, lantas bagaimana mereka bisa membeli kalau
naik ? Pertanyaan tersebut marak dikumandangkan sembari blokir jalan raya Serpong tempo hari.
Wajar saja demo,
karena kenaikan BBM akan selalu disusul kenaikan sembako. Pasti ! Cerminan yang
nyata adalah ketika pendemo bersuara lantang “Naikkan UMR 3,2 juta rupiah.
Inilah yang saya maksud “Perjuangan yang Keliru” Mengapa ? Karena dengan usaha
yang sama, jam kerja yang sama, kemampuan juga masih sama, akan tetapi minta
revisi upah. Memang benar, mereka dihadapkan di lingkungan rakyat kecil dalam
kondisi semua serba mahal. Akan tetapi, jika yang diminta justru kenaikkan gaji,
maka mereka bukan lagi demo demi rakyat kecil namun hanyalah gaya hidup juga
kesrakahan dan ego masing-masing.
GAGAL
"Saya
telah menurunkan status saya, dari menjemput takdir menjadi menunggu
takdir." | Dahlan Iskan
Seorang striker
ketika main buruk lalu tiba-tiba berhasil mencetak gol maka akan dipuja,
sementara ketika penjaga gawang jatuh bangun bak pahlawan mendapati gawangnya
kemasukan, bersiaplah dihujani hujatan, celaan dan lainnya. Tidak adil ! menit
demi menit, detik demi detik dilampaui dengan susah payah, saat kemudian harus
gagal ?
Bersabarlah, tunggu
achieve disaat kamu sudah benar-benar berkorban karena ;
Ingat juga bahwa ;
Tidak
semua ketulusan menciptakan balasan. Tidak semua perjuangan berbuah
kemenangan.| @dwitasaridwita
Dan tetap ;
Believe
to Achieve
SELESAI...