Sejak dulu Indonesia dikenal dengan negara yang
kaya. Negaranya luas ,Pulaunya tak terhitung
,sumber daya melimpah ,budayannya macam-macam ,bahasanya beraneka ragam
,penduduknya pun sangat banyak. Sayangnya
kekayaan tersebut tidak dilengkapi dengan Sumber Daya manusia yang memadai ,maka
bukalah hal yang aneh jika dahulu banyak negara asing berkunjung ke tanah air. Ketidakmampuan serta keterbatasan kita membuat mereka
dengan mudah merampas kepunyaan kita.
Informasi mengenai didaftarkannya beberapa budaya Indonesia ke catatan budaya Malaysia ,Hilangnya lepasnyaTimor Leste dari NKRI mungkin hanya sebagian yang dapat mengambarkan betapa lemahnya antisipasi kita terhadap kejadian seperti demikian ,kita tidak menjagannya ,merapatnya apalagi melestarikannya.
Namun saya tidak akan merinci lebih lanjut tentang
budaya kita ,tetapi lebih kepada bahasa nasional kita yaitu Bahasa Indonesia
Seperti yang saya sebutkan diatas , Indonesia
merupakan negara yang kaya ,termasuk dalam hal bahasa. Hampir di setiap
provinsi memiliki bahasanya sendiri. Bahkan bahasa antara kota satu dan kota
lainnya berbeda. Ini menjadi sesuatu
yang sangat menarik ,membanggakan ,menyedihkan dan memalukan.
Jika
dalam sehari-hari kita menggunakan
bahasa tertentu maka lidah kita akan terbiasa dengan logat dari bahasa itu
sendiri.
Menarik
apabila kita berkunjung ke suatu daerah ,tentu kita akan menemui orang-orang
dengan logat bahasa yang berbeda dan terkadang membuat orang asing tersenyum
karena dianggap lucu. Di Batak ada orang yang kesulitan melafalkan huruh “E
(pepet)” dan orang Sunda yang kesulitan melafalkan huruf “F dan V”.
Membanggakan
karena negara kita memiliki banyak bahasa. Kita tidak hanya mampu menguasai
satu bahasa tetapi beragam bahasa hanya di satu negara. Apapun alasannya ,ini
sangat membanggakan.
menyedihkan
karena keaneragaman ini justru membuat sebagian orang mengesampingkan bahasa
nasional bahkan tidak bisa Bahasa Indonesia. Bagi saya pribadi hal ini sangat
menyedihkan , Mereka mengaku sebgai Warga Negara Indonesia tetapi tidak paham
bahasa nasionalnya. Sekali lagi sangat menyedihkan.
Memalukan,
Kekayaan
yang terkesan teramat menyenangkan ternyata apabila terlalu kaya menjadi hal
yang membingunkan. Kondisi inilah yang dialami Indoneisa. Pada suatu ketika
saya pernah mendengarkan lagu Indonesia Raya berkumandang, tetapi mereka yang menyanyikan tidak melafalkan kata Indonesia dengan sebutan
yang semestinya. Mereka melafalkannya Endonesia. Saya tidak tahu alasan mereka
menggunakan kata Endonesia dalam lagu Indonesia Raya ,mungkin ini terkait
dengan logat yang sudah melekat di jiwa mereka atau ketidaktahuan mereka
terhadap nama negaranya sendiri. Ini tidak bisa diremehkan ,ini pantas disebut
memalukan karena sekali lagi orang yang memiliki identitas sebagai Warga Negara
Indonesia justru tidak mengetahui nama negarannya sendiri.
Mungkin bagi sebagian masyarakat lain dan pemerintah
bukan menjadi permasalahan yang perlu dibesar-besarkan bahkan mereka acuh tak
acuh. Namun tidak bagi saya. Seharusnya kejadian seperti demikian menjadi
coretan penting bagi pengurus negara ,karena secara resmi negara kita bernama
“Indonesia” bukan “Endonesia”
Negara lainnya yang memiliki inisial I seperti
Inggris ,Itali Irak ,Iran ,,Irlandia ,India
saja bisa diucapkan dengan benar mengapa Indonesia justru salah pengucapannya.
Semoga melalui artikel saya ini tidak lagi ada Warga Negara Indonesia yang
menyebut Endonesia ,karena yang saya tahu tidak ada negara yang namanya
Endonesia.
SELESAI...